Sunday, 28 April 2013
Cinta dan Jarak
seorang gadis kecil yang mempunyai mimpi besar. Ya itulah, Anggit. Berdomisili di jl. H. Rais. A Rahman, anak dari seorang guru yang yaaaaa dibilang gaul juga boleh laaah. Gadis kecil ini pernah menjalin hubungan cinta, ya cinta monyet. Dan berakhir pada masa SMP. Kali ini kita akan membahas masalah kehidupan percintaan makhluk ini.
Pada waktu menginjakkan kaki ke kelas Delapan, gadis kecil ini ternyata tertarik pada seseorang. Dan akhirnya mereka berdua menjalin hubungan "pertemanan", jemput jemputan, anter anteran, senggol senggolan ooyy senggol senggolan. ah apasih. next, mereka terus menjalin hubungan tak bertuan itu. sampai di pegnhujung tahun ajaran, sebut saja Basith pergi meninggalkan Anggit untuk bersekolah di Jerman (Jerman beneran), katanya sih ikut orang tuanya. beberapa tahun berlalu, saat kenaikan kelas Duabelas, Basith memutuskan untuk pindah ke Kota Jogjakarta. Dan turun menjadi kelas Sebelas lagi. entah akupun tak mengerti sistem pendidikan di Indonesia. kesetiaan anggit tak berujung nampaknya. sampai saat ini pun mereka masih menjalin hubungan tak bertuan itu. mungkin itu yang dinamakan cinta. tak mengenal jarak sebagai penghalang. selagi masih ada teknologi. Dan Hati.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment