Monday, 16 June 2014

Jatuh, Cinta

Untukmu, yang dulu mencuri hatiku..
Pertama kali pertemuan kita.. Sorot matamu tajam. Seakan matamu menusuk pikiranku, memerintahkan mataku untuk hanya melihatmu. Entah mengapa seolah tak ingin melepas padanganku untukmu. Diujung siangpun aku memutuskan untuk mengenalmu. meski hanya lewat pesan singkat, seolah jemariku mengantarkan pesan yang kuketik ke ponselmu. Balasan pesanmu datang, tanpa ini-itu aku segera membuka pesan singkatmu. Dingin. Itulah kesan balasanmu yang tercipta. Waktu berjalan tanpa mengenal lelah, seakan menyuruh kita untuk saling dekat. Berlalu begitu cepat, perkenalanku denganmu tumbuh beriring dengan cinta. Seperti layaknya dua sejoli yang menjalin asmara, tak mulus. Tapi itulah indahnya bercinta. Membangun Cinta. Butuh perjuangan. Seakan dunia tak ingin tahu bahwa kita sedang bahagia. Aku tahu, kita tetap berjuang mempertahankan kebahagiaan kita. Dan selama kita berjuang bersama-sama. Aku takkan menyerah. Langit seakan tersenyum melihat kita tertawa dibawahnya. Ribuan kisah kita lukiskan di jalan raya. Seakan mereka paham, kita sedang menorehkan kenangan. Tetapi badai tetap tak pernah berhenti menerjang pondasi bangunan cinta kita. Dan akhirnya kau yang menyerah. Kini aku merasakan jatuh cinta yang menorehkan luka saat aku bangun cinta yang hampir rubuh. Tapi aku takkan pergi. Aku akan tetap ada disini. Katakan jika kau lelah pada dunia. Kembalilah jika kau sudah merasa muak pada semua. Lentera ku akan menuntunmu jika kau butuh.